Detail Berita

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengat
Publish Tanggal : 16-01-2023, Kategori : Blog
 

Lokasi

SMK Negeri 1 Karang Baru

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan

Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

Tujuan yang ingin dicapai

Menciptakan Pembelajaran yang berbasis HOTS

Penulis

Cucu Maryani, S. TP.

Tanggal

16 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Kondisi yang melatarbelakangi masalah adanya pembelajaran yang di berikan masih LOTS dalam belajar yaitu adalah disimpulkan ada beberapa faktor yaitu :

1.       Metode dan model pembelajaran kurang tepat sehingga belum menciptakan pembelajaran yang berbasis HOTS.

2.       Pembelajaran yang berpusat pada guru dan kurangnya pengetahuan guru tentang pembelajaran berbasis HOTS, sehingga pelajaran masih LOTS pada saat kegiatan pembelajaran.

3.       Peningkatan updating kompetensi dan upskilling dalam penggunaan teknologi informasi untuk masih kurang maksimal dalam pembelajaran sehingga kurang bervariasi dalam pembuatan media pembelajaran.

 

Peran dan tanggung jawab saya sebgai guru adalah

1.       Meningkatkan kembali motivasi belajar siswa

2.       Menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

3.       Membangun pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Pembelajaran yang bisa meningkatkan pembelajaran yang berbasis HOTS harus didukung oleh beberapa faktor diantaranya adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu tantangan yang dihadapi di SMK Negeri 1 Karang Baru adalah :

1.       Sarana dan prasarana yang belum memadai, seperti ketersediaan alat praktik sesuai dengan rasio jumlah siswa, ketersediaan jaringan internet yang memadai untuk penunjang pembelajaran.

2.       Keterbatasan sumber belajar sesuai jumlah rasio jumlah siswa.

 

Yang terlibat adalah:

1.       Kepala sekolah

2.       Wakil kepala sekolah

3.       Ketua Kompetensi Keahlian

4.       Guru

5.       Siswa

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

A.      Langkah-langkah yang dilakukan yaitu

1.       Melakukan studi literatur

2.       Melakukan wawancara kepada

  • Pakar pendidikan
  • Pengawas sekolah
  • Atasan
  • Rekan sejawat
  • Murid atau peserta didik

B.      Strategi yang digunakan adalah:

1.       Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi

2.       Pembuatan media pembelajaran yang menarik

3.       Pembuatan soal HOTS untuk diberikan pada saat pembelajaran.

4.       Pelaksanaan Pembelajaran teori dan praktik yang berpusat pada peserta didik.

C.      Prosesnya

 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  • Penyusunan dengan mengacu kepada solusi dari permasalahan yang dihadapi yaitu dengan memilih model pembelajaran yang sesuai dg kebutuhan siswa dan dapat menciptakan pembelajaran yang berbasis HOTS, satu model pembelajaran model pembelajaran yang digunakan adalah Project based learning (PJBL), pendekatan yang digunakan adalah TPACK dengan metode pembelajaran yaitu ceramah dan demontsrasi atau praktik.

2. Pembuatan media pembelajaran

  • Media pembelajaran yang dibuat meliputi hand out, power point dan video pembelajaran. Media pembelajaran dibuat menarik dan di sukai oleh peserta didik sehingga dalam pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik dan dapat menciptakan pembelajaran berbasis HOTS.

3.       Penyusunan soal tes pengetahuan

  • Soal yang dibuat untuk mengukur tingkat kemampuan penyerapan materi yang diajarkan, soal yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berpikir secara tingkat tinggi (HOTS). sehingga siswa mampu mengevalusi dan menganalisis dari setiap masalah serta mencari solusinya.

4.       Pelaksanaan pembelajaran pembelajaran baik teori di ruang kelas atau praktik di ruang praktik siswa dibuat menyenangkan kepada seluruh peserta didik dengan urutan kegiatan

a. Kegiatan pendahuluan meliputi langkah-langkah

  • Orientasi : guru memberikan salam
  • Apersepsi
  • Motivasi
  • Acuan

 b. Kegiatan inti meliputi (mengikuti sintak model pembelajaran baik PBL maupun PJBL).

  • Pembelajaran teori yang berpusat pada murid.
  • Pembelajaran praktik yang menyenangkan tetapi tetap fokus dengan kegiatan praktik.

c. Kegiatan penutup meliputi

  • Merefleksi pembelajaran
  • Apresiasi
  • Doa penutup pembelajaran

Kegiatan ini melibatkan : Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Kompetensi Keahlian, Guru Produktif, Guru BP/BK dan Siswa.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Refleksi Hasil dampak

A.      Dampak dari langkah-langkah yang dilakukan

  • Dapat mengidentifikasi masalah
  • Dapat merancang solusi untuk penyelesaian masalah
  • Dapat menerapkan solusi yang dirancang
  • Mendapatkan hasil dari pelaksanaan solusi yang di laksanakan.

B.      Hasilnya efektif karena pembelajaran yang diterapkan berbasis masalah yang sebelumnya sudah diidentifkasi melalui kajian literatur, wawancara dan observasi sehingga dampak dari penerapan solusi yang dirancang nampaknya terlihat dan nyata bisa dirasakan dalam pembelajaran oleh peserta didik.

  • Pembelajaran lebih menyenangkan baik teori maupun praktik sehingga terlihat peserta didik meningkat dalam motivasi belajar secara mandiri dan proses pembelajaran telah HOTS.
  • Menumbuhkan kemandirian siswa dalam belajar: dalam penggalian informasi, dalam membuat produk dalam presentasi dan pembuatan laporan hasil.
  • Menumbuhkan kompetensi upskiling siswa.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis dan tingkat tinggi. Ketika siswa diberi pertanyaan dan dalam menjawab pertanyaan dan mencari solusi dalam permasalahan yang ditemukan sebagai contoh dalam pembelajaran produksi nugget ikan siswa mampu menganalisis solusi dari masalah adonan dan penggorengan pada kegiatan produksi nugget ikan.

C.      Respon orang lain dengan strategi yang dilakukan

  • Kepala sekolah merespon postif dengan memberikan dukungan dengan mengagendakan pemenuhan kebutuhan sarana prasaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
  • Rekan sejawat memberiakan respon baik sehingga ada kerjasama dalam kegiatan pembelajaran terutama kegiatan pembelajaran praktik. Yaitu adanya kegiatan kolaboratif pada saat pembelajaran praktik dengan menyesuaikan ruang dan alat.

D.      Faktor yang menjadi keberhasilan

  • Faktor Kerjasama dengan rekan sejawat dan atasan
  • Faktor sarana dan prasarana
  • Faktor siswa

E.       Pembelajaran dari keseluruhan proses Pembelajaran ini mencerminkan kegiatan dari awal sampai akhir. Kegiatan awal belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, tindak lanjut dari permasalahan kemudian mencari alternatif solusi kemudian merancang alternatif solusi untuk menjawab permasalahan yang diidentifikasi, kemudian penerapan alternatif solusi dalam pembelajaran dan mengevaluasi dampak hasil dari kegiatan penerapan alternatif solusi tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Inilah pembelajaran kesuluruhan dari awal sampai akhir kegiatan

Berita Lainnya :